Make your own free website on Tripod.com

Kabupaten Pohuwato – Provinsi Gorontalo

 

Kabupaten Pohuwato disahkan oleh DPR pada tanggal 27 Januari 2003

yang menetapkan Marisa sebagai ibu kota kabupaten dengan memiliki lima kecamatan

yang terdiri dari Lemito, Marisa, Paguat, Popayato, dan Randangan.

Menurut data yang ada, kelima kecamatan ini memilik total luas 4.280,03 km2,

dengan rincian

Kecamatan Marisa (termasuk Randangan) 1.519,43 km2

Kecamatan Popayato (termasuk Lemito) 2.181,60 km2,

dan Kecamatan Paguat (kira-kira 579,00 km2).

 

 

 

 

 

Contents

*   Surat Terbuka Untuk Pemerintah Daerah

*   Favorite Links

*   Contact Information

*   Biographical Information

 

 

 

 

 

 

Surat Terbuka Untuk Pemerintah Daerah

 

 

HAL: PENGRUSAKAN EKOSISTEM LAUT (PENGEBOMAN IKAN) DI POHUWATO

 

Bangsa Indonesia wajib bersyukur kepada Allah SWT bahwa telah diberikan karunia kekayaan berupa keanekaragaman hayati di lautan dalam jumlah yang sangat besar berupa ikan, terumbu karang, kerang, algae dan lain-lain.  Pemerintah telah menggariskan bahwa pembangunan sektor kalautan diarahkan pada pendayagunaan sumberdaya laut tersebut serasi dan seimbang dengan memperhatikan dayadukung kelautan dan kelestariannya untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat dan memperluas kesempatan berusaha.

Dan kami yang berada dikawasan timur Indonesia (Gorontalo) sangat bangga dan bahagia dengan dikukuhkannya Gorontalo sebagai etalase perikanan terpadu di kawasan utara-utara Indonesia oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Presiden menginstruksikan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri untuk segera mewujudkan proyek itu. "Ini dalam rangka menarik para nelayan kita. Kalau kita menjadikan laut kita dimakmurkan oleh nelayan sendiri, saya punya keyakinan, nelayan-nelayan asing itu akan berpikir seribu kali untuk masuk ke wilayah kita, karena dipenuhi oleh nelayan-nelayan kita," tegas Rokhmin di Teluk Tomini, Desa Tabulo, Ke. Paguat, Kabupaten Boalemo, Ahad (17/2). Hal ini terwujud tentunya karena potensi sumberdaya hayati di daerah Gorontalo sangat mendukung.

Tetapi terlepas dari rasa bangga dan bahagia, kami merasa sangat perihatin dengan apa yang sebenarnya terjadi di kawasan laut daerah bualemo (khusunya pesisir antara Kec. Tilamuta s/d Kec. Marisa) hampir setiap hari terjadi pengeboman ikan. Masalah yang lebih rumit adalah ada sekelompok masyarakat yang berpendidikan dan bermodal kuat menggunakan bahan-bahan cyanida dan bom serta didukung oleh peralatan selam untuk mengeksploitasi sumberdaya ikan karang. Anehnya pengoboman itu berjalan dengan “mulus” sampai sekarang ini, bahkan terkesan di “lindungi” oleh penguasa setempat.

Kembali keatas   Lanjutkan ke hal 2

 

Bagian 2

Beberapa waktu yang lalu tepatnya bulan April tahun 2001 saya berkunjung kedaerah asal saya (Kec. Paguat). Beberapa tokoh masyarakat mengeluh mengenai ketidak terpeliharanya ekosistem laut di daerah tersebut. Masyarakat di daerah tersebut (khususnya bagian Selatan / Barat laut) adalah mayoritas bermata pencaharian di Laut yaitu NELAYAN. Keluhan yang mereka utarakan adalah adanya PENGEBOMAN IKAN (yang sudah berlangsung lebih dari 6 tahun) di area tempat mereka mengais rezeki. Hal ini sangat memprihatinkan karena sudah sangat lama DIBIARKAN dan bahkan terkesan DILINDUNGI oleh (oknum?) pihak berwajib ditempat tersebut. Beberapa tokoh Masyarakat bahkan sudah melakukan upaya-upaya lobi kepihak yang mereka anggap lebih berkompoten yaitu pihak Kabupaten. Tetapi hal tersebut jauh dari perhatikan pemerintah setempat. Ini bertentangan dengan pengukuhan Gorontalo sebagai etalase perikanan terpadu di kawasan utara Indonesia.

Ekosistem terumbu karang mempunya potensi ekonomi yang sangat besar. Para pengguna racun Cyanida didaerah kami umumnya  bermaksud menangkap ikan karang untuk dipasarkan dalam keadaan hidup dan membentuk jaringan penangkap dan pemasaran secara internasional. Karena ikan-ikan yang dibom biasanya mati dan mengalami kehancuran sehingga pada akhirnya hanya dipasarkan skala daerah dan bahkan sebagian dari hasil tangkapan (bom) mereka buang karena diluar skala mereka atau terlalu kecil.

Kita masyarakat Gorontalo tentunya sangat bersyukur atas pengangkatan Bapak Ir. Fadel Muhamad sebagai Gubernur Pertama Gorontalo. Karena ketegasan dan kedisiplinan beliaulah yang akan mengubah segalanya yang “menyimpang” di Propinsi Gorontalo. Harapan kami dan tentunya harapan masyarakat di kecamatan Paguat (Wilayah Banjar) Bapak dapat melakukan satu gebrakan yang sangat berarti untuk menghentikan, menangkap dan memenjarakan orang-orang tersebut. Tindakan itu sangatlah berarti untuk Masyarakat kami.

Sambil menunggu tidakan kami selau berdoa Semoga Allah SWT selalu melindungi dan selalu memberikan petunjuk kepada pemimpin kita demi untuk kemajuan Gorontalo. Amiinn Yarabbal Alamin.

Jakarta, Juli 2002.

Kembali keatas

 

 

 

 

 

LINK SEPUTAR GORONTALO

 

 

 

Objek wisata di Gorontalo

Serambi Madinah Online

Limboto, Kab. Gorontalo Online

Boalemo Online (Iwebland)

Boalemo Online (1ASPHost)

HMI Cabang Gorontalo

HMI Cabang Gorontalo (20Mesgfree)

SMK Negeri 2 Gorontalo

Gorontalo-Info Online

Gorontalo Post Online

Mokarawo Online

Pemda Kota Gorontalo

Pemda Kab. Gorontalo

Bapppeda Prov. Gorontalo

Gorontalopromo Online

SMU Negeri 1 Gorontalo

 

 

Back to top

 

 

 

KONTAK INFORMASI

 

 

mailto:albahar@telkom.net

 

kirim via web mail

 

Back to top

 

 

 

 

Last update : 11.07.2004